Seperti yang sudah saya singgung pada
Sejarah Batak sebelumnya. Salah satu kepercayaan tradisional Batak yang masih
bertahan sampai sekarang adalah Parmalim.
Pusat dari kepercayaan Parmalim berada
di Huta Tinggi yang terletak di desa Pardomuan Nauli Kecamatan Laguboti
Kabupaten Toba Samosir. Inilah pusat ugamo Parmalim seluruh dunia. Huta Parmalim adalah sebuah
perkampungan kecil hanya di huni oleh umat Parmalim saja, dimana di huta inilah
dipusatkan seluruh kegiatan ritual dan pemanjatan doa kepada Opung Mula Jadi Na
Bolon (Tuhan Yang Maha Esa).
Parmalim melaksanakan upacara
(ritual) Patik Ni Ugamo Malim untuk
mengetahui kesalahan dan dosa, serta memohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa
yang diikuti dengan bergiat melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan
Ugamo Malim.
Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang “Parmalim” wajib mengikuti 7 aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturan tersebut adalah:
Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang “Parmalim” wajib mengikuti 7 aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturan tersebut adalah:
1.
Martutuaek (kelahiran)
2.
Pasahat Tondi (kematian)
3.
Mararisantu (peribadatan setiap
hari sabtu)
4.
Mardebata (peribadatan atas niat
seseorang)
5.
Mangan Mapaet (peribadatan
memohon penghapusan dosa)
6.
Sipaha Sade (peribadatan hari
memperingati kelahiran Tuhan Simarimbulubosi)
7.
Sipaha Lima (peribadatan hari
persembahan / kurban)
Selain ke-7 aturan wajib di atas, seorang “Parmalim”
harus menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan seperti menghormati dan
mencintai sesama manusia, menyantuni fakir miskin, tidak boleh berbohong,
memfitnah, berzinah, mencuri, dan lain sebagainya.
Diluar hal tersebut, seorang “Parmalim” juga diharamkan memakan daging babi,
daging anjing dan binatang liar lainnya, serta binatang yang berdarah.![]() |
| Penganut Ugamo Parmalim |
Salah satu upacara ritual doa dalam
kepercayaan Parmalim yaitu Upacara Sipaha Lima merupakan upacara yang dilakukan pada bulan kelima
pada kalender batak dan sebagai ungkapan rasa syukur pengikut ugamo Malim atas
segala rejeki yang telah diberikan oleh Debata Mulajadi Nabolon (Tuhan Yang
Maha Esa) kepada seluruh pengikut ugamo Malim di sepanjang tahun, sebelum
dilakukan upacara Sipaha Lima yang akan diikuti oleh seluruh umat Parmalim maka
rejeki yang telah diperoleh terlebih dahulu di doakan di rumah masing-masing
ruas (masyarakat), lalu beberapa hari kemudian dilakukan upacara Sipaha Lima.
Sipaha Lima adalah ritus suci agama Malim
yang dilaksanakan setiap tahun oleh penganut agama Malim yang disebut Parmalim.
Biasanya ritus ini dilakukan antara Juli dan Agustus.Seperti tahun-tahun
sebelumnya upacara suci ini berlangsung di alun-alun desa Hutatinggi, Laguboti,
Balige, Sumatera Utara.
![]() |
| Upacara Sipaha Lima |
Di kompleks itu pula, tiap dua kali dalam setahun
digelar upacara keagamaan besar yang disebut Sihapa Sada, yakni sebuah upacara untuk menyambut tahun baru
sekaligus demi memperingati kelahiran para pemimpin spiritual Parmalim, dan
juga Sihapa Lima, yang dimaksudkan untuk upacara syukuran atas rahmat yang
diterima dari Raja Mulajadi Nabolon. Kedua ritual upacara ini begitu penting
artinya bagi segenap penganut agama Parmalim, maka dari itu tak heran kiranya
jika tiap diadakannya ritual ini hampir seluruh penganut Parmalim baik yang ada
di sekitar kompleks maupun dari luar daerah akan selalu menyempatkan datang.
![]() |
| Huta Tinggi |









