Wednesday, September 30, 2015

Agama Parmalim, Kepercayaan Tradisional Batak

Seperti yang sudah saya singgung pada Sejarah Batak sebelumnya. Salah satu kepercayaan tradisional Batak yang masih bertahan sampai sekarang adalah Parmalim.
Pusat dari kepercayaan Parmalim berada di Huta Tinggi yang terletak di desa Pardomuan Nauli Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir. Inilah pusat ugamo Parmalim seluruh dunia. Huta Parmalim adalah sebuah perkampungan kecil hanya di huni oleh umat Parmalim saja, dimana di huta inilah dipusatkan seluruh kegiatan ritual dan pemanjatan doa kepada Opung Mula Jadi Na Bolon (Tuhan Yang Maha Esa).

Parmalim melaksanakan upacara (ritual) Patik Ni Ugamo Malim untuk mengetahui kesalahan dan dosa, serta memohon ampun dari Tuhan Yang Maha Esa yang diikuti dengan bergiat melaksanakan kebaikan dan penghayatan semua aturan Ugamo Malim.
Sejak lahir hingga ajal tiba, seorang “Parmalim” wajib mengikuti 7 aturan Ugamo Malim dengan melakukan ritual (doa). Ke-7 aturan tersebut adalah:
1.     Martutuaek (kelahiran)
2.     Pasahat Tondi (kematian)
3.     Mararisantu (peribadatan setiap hari sabtu)
4.     Mardebata (peribadatan atas niat seseorang)
5.     Mangan Mapaet (peribadatan memohon penghapusan dosa)
6.     Sipaha Sade (peribadatan hari memperingati kelahiran Tuhan Simarimbulubosi)
7.     Sipaha Lima (peribadatan hari persembahan / kurban)

Selain ke-7 aturan wajib di atas, seorang “Parmalim” harus menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan seperti menghormati dan mencintai sesama manusia, menyantuni fakir miskin, tidak boleh berbohong, memfitnah, berzinah, mencuri, dan lain sebagainya.
Diluar hal tersebut, seorang “Parmalim” juga diharamkan memakan daging babi, daging anjing dan binatang liar lainnya, serta binatang yang berdarah.









Penganut Ugamo Parmalim
Salah satu upacara ritual doa dalam kepercayaan Parmalim yaitu Upacara Sipaha Lima merupakan upacara yang dilakukan pada bulan kelima pada kalender batak dan sebagai ungkapan rasa syukur pengikut ugamo Malim atas segala rejeki yang telah diberikan oleh Debata Mulajadi Nabolon (Tuhan Yang Maha Esa) kepada seluruh pengikut ugamo Malim di sepanjang tahun, sebelum dilakukan upacara Sipaha Lima yang akan diikuti oleh seluruh umat Parmalim maka rejeki yang telah diperoleh terlebih dahulu di doakan di rumah masing-masing ruas (masyarakat), lalu beberapa hari kemudian dilakukan upacara Sipaha Lima.
Sipaha Lima adalah ritus suci agama Malim yang dilaksanakan setiap tahun oleh penganut agama Malim yang disebut Parmalim. Biasanya ritus ini dilakukan antara Juli dan Agustus.Seperti tahun-tahun sebelumnya upacara suci ini berlangsung di alun-alun desa Hutatinggi, Laguboti, Balige, Sumatera Utara. 




Upacara Sipaha Lima



Di kompleks itu pula, tiap dua kali dalam setahun digelar upacara keagamaan besar yang disebut Sihapa Sada, yakni sebuah upacara untuk menyambut tahun baru sekaligus demi memperingati kelahiran para pemimpin spiritual Parmalim, dan juga Sihapa Lima, yang dimaksudkan untuk upacara syukuran atas rahmat yang diterima dari Raja Mulajadi Nabolon. Kedua ritual upacara ini begitu penting artinya bagi segenap penganut agama Parmalim, maka dari itu tak heran kiranya jika tiap diadakannya ritual ini hampir seluruh penganut Parmalim baik yang ada di sekitar kompleks maupun dari luar daerah akan selalu menyempatkan datang.


Huta Tinggi




No comments:

Post a Comment